Ceritaku13 Oktober 2026

Keluar dari zona nyaman

Perjalanan saya menempuh PPG berawal dari keinginan untuk meningkatkan kompetensi sebagai guru profesional setelah menyelesaikan S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan mengajar selama satu tahun di SMK swasta. Mengikuti PPG bidang Kuliner menjadi tantangan baru karena banyak hal yang belum saya pelajari sebelumnya. Namun, pengalaman ini mengajarkan saya untuk keluar dari zona nyaman, terus belajar, dan membangun kepercayaan diri sebagai calon guru profesional.

2 views· 0 tanggapan
Keluar dari zona nyaman

Saya menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga pada tahun 2024 dengan konsentrasi keahlian Prakarya. Selama kuliah, saya banyak mempelajari keterampilan craftsmanship atau kerajinan tangan. Saya senang membuat berbagai kreasi, seperti menyulam, merajut, meronce, membuat tas rajut, merangkai bouquet, serta menghasilkan berbagai produk kerajinan lainnya. Bagi saya, membuat kerajinan bukan hanya tentang menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menjadi cara untuk menyalurkan kreativitas, melatih ketelitian, dan mencoba berbagai ide baru. Ketertarikan tersebut membuat saya lebih akrab dengan dunia prakarya dan pengembangan produk kreatif.

Setelah lulus pada tahun 2024, saya mengajar mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di salah satu SMK swasta di wilayah Bandung Barat selama kurang lebih satu tahun. Pekerjaan tersebut masih relevan dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan yang saya miliki. Namun, setelah menjalani pengalaman mengajar, saya ingin terus mengembangkan diri dengan menempuh pendidikan PPG agar memiliki pengetahuan dan kompetensi yang lebih luas sebagai guru profesional.

Setelah menjalani pengalaman mengajar, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan melalui program PPG. Keputusan ini didasari keinginan saya untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional, serta mempersiapkan diri menjadi guru yang lebih kompeten. Saya menyadari bahwa menjadi guru profesional membutuhkan kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang diajarkan.

Dalam program PPG, saya memilih atau menempuh bidang studi Kuliner. Bagi saya, bidang ini menjadi pengalaman baru karena selama kuliah S1, saya lebih banyak mendalami keterampilan kerajinan tangan daripada pengolahan makanan. Meskipun sama-sama berkaitan dengan keterampilan praktik dan kreativitas, dunia kuliner memiliki pengetahuan, teknik, dan standar kerja tersendiri yang perlu saya pelajari lebih mendalam. Pada awalnya, saya merasa kurang percaya diri karena menyadari bahwa masih banyak hal dalam bidang kuliner yang belum saya kuasai.

Namun, saya berusaha mengubah rasa kurang percaya diri tersebut menjadi motivasi untuk belajar. Saya mulai memandang perbedaan bidang studi ini sebagai tantangan sekaligus kesempatan untuk memperluas kompetensi. Selama mengikuti PPG, saya mempelajari berbagai pengetahuan dan keterampilan kuliner yang sebelumnya belum banyak saya temui, sekaligus belajar bagaimana menerapkan pengetahuan tersebut dalam pembelajaran di SMK. Proses ini mengajarkan saya bahwa seorang guru tidak harus berhenti pada bidang yang sudah dikuasainya, tetapi perlu memiliki keterbukaan untuk mempelajari hal-hal baru.

Melalui berbagai proses pembelajaran dan pengalaman praktik, saya mulai membangun kepercayaan diri dan memahami pentingnya persiapan, latihan, serta kemauan untuk memperbaiki diri. Saya menyadari bahwa latar belakang pendidikan saya tetap memberikan bekal yang bermanfaat, terutama dalam kreativitas, keterampilan praktik, dan pengembangan produk. Bekal tersebut dapat menjadi dasar untuk beradaptasi dengan bidang kuliner, meskipun saya tetap perlu terus memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang spesifik.

Bagi saya, mengikuti PPG bukan sekadar upaya untuk memperoleh sertifikat profesi, melainkan sebuah perjalanan untuk mengembangkan diri menjadi pendidik yang lebih baik. Saya belajar bahwa menjadi guru profesional berarti bersedia menghadapi tantangan, mengenali keterbatasan, dan terus meningkatkan kompetensi. Saya berharap pengalaman selama PPG dapat menjadi bekal untuk mengajar di SMK bidang Kuliner dengan lebih percaya diri, kreatif, dan bertanggung jawab, serta mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.